Pemilih Pemula Harus Menjadi Agen Perubahan dan Pengawal Demokrasi
|
Belitung Timur, Bawaslubabel – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” yang diselenggarakan di Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (17/6/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring dan luring dengan melibatkan pemilih pemula dari unsur Pramuka dan perwakilan sekolah di wilayah Belitung Timur.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu RI, Yusti Erlina, yang dalam arahannya menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan agen perubahan dan mitra Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi.
“Adik-adik sekarang menjadi agen perubahan sebagai mitra Bawaslu. Harus menjadi pemilih pemula yang berkarakter, menjadi pemberi informasi dan koreksi kepada masyarakat. Tidak hanya sekadar mencoblos dan melihat hasil pemilihan, tetapi juga mengawasi bagaimana proses demokrasi berlangsung, khususnya dalam mengawasi data pemilih,” ujar Yusti.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Babel sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Sahirin, mengajak para peserta untuk terlibat aktif dalam mengawal seluruh tahapan Pemilu. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat serta mendorong terpilihnya pemimpin yang memiliki integritas dan kapasitas.
"Pemilu yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda. Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami ingin mendorong adik-adik sebagai pemilih pemula untuk berani berpartisipasi, mengedukasi lingkungan sekitarnya, serta ikut mengawal proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas.” ujar Sahirin.
Ketua Bawaslu Belitung Timur, Danny Sugara, berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, anggota Saka Pramuka yang mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agen demokrasi di tengah masyarakat serta menjadi sumber literasi demokrasi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Belitung Timur.
Senada dengan itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Babel, Dini Yamashita, menginginkan agar anggota Pramuka dapat mengambil peran aktif dalam pengawasan Pemilu serta menjadi mitra strategis Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada setiap tahapan Pemilu.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Belitung Timur, Ihsan Jaya dan Chandra Ardila Putra, turut memberikan materi mengenai pentingnya Pemilu bagi pemilih pemula. Materi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Belitung Timur, Dony Setiawan, beserta jajaran Sekretariat Bawaslu Belitung Timur, Koordinator Sekretariat Bawaslu Belitung, Zainal Muttaqien, Ketua Dewan Saka Bawaslu Belitung Timur, serta perwakilan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Belitung Timur. Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari anggota Saka Pramuka dan perwakilan sekolah di wilayah Belitung Timur mengikuti kegiatan dengan antusias.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga memiliki kepedulian serta keberanian untuk turut mengawasi jalannya proses demokrasi demi terwujudnya Pemilu 2029 yang bermartabat, berintegritas, dan berkualitas.
Penulis : Syahril
Foto : Humas Bawaslu Beltim
Editor : Rogrius Sinulingga