Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Babel Tegaskan Kader Pengawas Partisipatif Cikal Bakal Penjaga Ekosistem Demokrasi

1

Sungailiat, Bawaslu Babel – Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, EM Osykar, menegaskan bahwa kader pengawas partisipatif merupakan cikal bakal penjaga ekosistem demokrasi yang akan berperan penting dalam mengawal kualitas pemilu dan kehidupan demokrasi di masa depan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangka, Kamis (11/6/2026).

Menurut EM Osykar, keberhasilan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara pemilu, tetapi juga oleh tingkat kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan. Karena itu, Bawaslu terus mendorong lahirnya kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki pemahaman kepemiluan, integritas, serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai demokrasi.

“Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif hari ini adalah cikal bakal penjaga ekosistem demokrasi. Mereka bukan hanya belajar tentang pengawasan pemilu, tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan kesadaran demokrasi di tengah masyarakat,” ujar EM Osykar.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat sistem demokrasi. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami dan terlibat dalam pengawasan, maka potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini serta kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dapat terus terjaga.

Lebih lanjut, EM Osykar menekankan bahwa kader pengawas partisipatif diharapkan mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam membangun budaya pengawasan yang berkelanjutan, tidak hanya menjelang pemilu tetapi juga dalam kehidupan demokrasi sehari-hari.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat yang kuat. Karena itu, kami berharap para peserta dapat menjadi pelopor di lingkungannya masing-masing, menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas demokrasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka, Fega Erora, menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan wadah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami kepemiluan dan pengawasan partisipatif. Menurutnya, pengawasan yang melibatkan masyarakat akan semakin memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu.

“Kami berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak berhenti pada proses pelatihan saja, tetapi mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di tengah masyarakat. Dengan demikian, akan lahir kader-kader pengawas partisipatif yang aktif, kritis, dan memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi,” ujar Fega.

Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program nasional Bawaslu yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di tujuh kabupaten/kota. Sebelumnya kegiatan telah dilaksanakan di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Bangka Tengah. Pada Kamis (11/6/2026), kegiatan digelar di Kabupaten Bangka, sementara pelaksanaan selanjutnya dijadwalkan di Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, dan Kabupaten Bangka Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengenalan kelembagaan Bawaslu, pengawasan partisipatif, kepemiluan, serta strategi penguatan pengawasan menuju Pemilu 2029 yang bermartabat. Melalui program ini, Bawaslu berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi dan mengawal terwujudnya Pemilu 2029 yang berintegritas, demokratis, dan bermartabat.

1

Penulis: Jazzkyanda
Foto: Humas Bangka
Editor: Rogrius Sinulingga

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle