Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Babel Hadirkan BEKISAH ASN, Bangun Ruang Diskusi Kepegawaian yang Lebih Terbuka

1

Pangkalpinang, Bawaslu Babel – Tidak lagi sekadar sosialisasi, Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menghadirkan ruang komunikasi yang lebih dekat dengan pegawai melalui BEKISAH ASN (Bersama Konsultasi Seputar Hak, Informasi, dan Administrasi ASN) Seri IV. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan ASN sekaligus melanjutkan program SIMANJA ASN (Sosialisasi Manajemen dan Kinerja ASN) yang sebelumnya telah berjalan.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMOD) Bawaslu Babel, Jafri, menjelaskan bahwa perubahan dari SIMANJA ASN menjadi BEKISAH ASN bukan sekadar pergantian nama. Transformasi tersebut merupakan upaya menghadirkan pendekatan yang lebih komunikatif, dekat dengan pegawai, mudah diterima, serta mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bangka Belitung, Jumat (04/09/26).

“Filosofi ‘bekisah’ yang identik dengan budaya masyarakat Bangka Belitung diharapkan menjadi pendekatan agar pembahasan kepegawaian tidak terasa kaku dan satu arah,” ujar Jafri. Menurutnya, BEKISAH ASN diharapkan menjadi ruang bagi pegawai untuk berbagi informasi, berdiskusi, berkonsultasi, hingga mencari solusi atas berbagai persoalan kepegawaian secara bersama-sama.

Jafri menegaskan, ASN di lingkungan Bawaslu memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Profesionalisme ASN tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan administrasi, tetapi turut menentukan kualitas dukungan teknis dan substantif terhadap pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu. Karena itu, penguatan kapasitas dan pemahaman kepegawaian menjadi bagian penting dalam membangun kelembagaan yang profesional.

1

Kepala Sekretariat Bawaslu Babel, Dini Yamashita, mengatakan BEKISAH ASN memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar membahas hak, informasi, dan administrasi kepegawaian. “BEKISAH ASN bukan hanya tentang hak, informasi, dan administrasi, tetapi tentang membangun budaya pengelolaan ASN yang terbuka, berbasis data, dan berorientasi pada pengembangan manusia,” ungkap Dini.

Pada BEKISAH ASN Seri IV, pembahasan juga diarahkan pada pentingnya pengelolaan data kepegawaian melalui MyASN. Data tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan ASN sehingga kualitas, kelengkapan, dan keakuratannya perlu menjadi perhatian bersama. Data yang terkelola dengan baik dapat memberikan dukungan terhadap proses pengambilan kebijakan dan pengembangan pegawai di lingkungan organisasi.

1

Dini berharap BEKISAH ASN Seri IV dapat melahirkan pemahaman bersama bahwa data MyASN bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi merupakan aset organisasi yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. “Harapannya, dari BEKISAH ASN Seri IV ini dapat lahir pemahaman bersama bahwa data MyASN adalah aset organisasi yang harus dijaga kualitasnya dan dimanfaatkan untuk mendukung manajemen talenta,” katanya.

Melalui BEKISAH ASN, Bawaslu Babel terus mendorong terbentuknya budaya pengelolaan ASN yang lebih terbuka, komunikatif, berbasis data, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia. BEKISAH ASN bukan hanya tempat menyampaikan informasi, tetapi menjadi ruang untuk saling berbagi, berdiskusi, dan tumbuh bersama dalam mendukung penguatan kelembagaan Bawaslu.

1

Penulis: Rini Oktavyanti
Editor: Rogrius Sinulingga

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle