Bawaslu Babel dan ISB Atma Luhur Konsolidasi Demokrasi, Bahas Literasi Digital dan Pengawasan Siber Pemilu
|
PANGKALPINANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur menggelar Konsolidasi Demokrasi melalui program SERASI (Silaturahmi Relasi Demokrasi), Kamis (21/5/2026), dengan fokus pembahasan literasi digital dan pengawasan siber Pemilu menuju 2029.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Babel EM Osykar, Kepala Bagian P3SPH Yaumil Ikrom, jajaran hukum dan humas Bawaslu Babel, serta pihak ISB Atma Luhur yang dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Ir. Kiswanto, S.T., M.Kom., IPM., APEC Eng., dan Wakil Rektor III Bidang Pengembangan TI dan Kerja Sama Industri Yurindra, M.T.
Dalam diskusi, EM Osykar menegaskan bahwa Bawaslu tidak hanya bekerja saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga terus memperkuat demokrasi melalui konsolidasi bersama stakeholder kepemiluan. Menurutnya, perkembangan transformasi digital menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan Pemilu, khususnya terkait penyebaran hoaks, disinformasi, dan black campaign di ruang digital.
“Melalui program SERASI ini kami ingin memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk kampus, untuk bersama-sama membangun pola pengawasan siber dan literasi digital Pemilu,” ujar Osykar.
Kepala Bagian P3SPH Bawaslu Babel, Yaumil Ikrom, menyampaikan bahwa sebelumnya Bawaslu Babel pernah bekerja sama dengan ISB Atma Luhur dalam filterisasi informasi hoaks di ruang digital. Ia berharap sinergi tersebut dapat kembali diperkuat menghadapi pengawasan Pemilu 2029.
Diskusi juga membahas kesiapan teknologi menuju penerapan E-Voting serta tantangan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pengawasan Pemilu. Menanggapi hal tersebut, Osykar menyebut secara teknologi Indonesia dinilai mulai siap menuju E-Voting, namun tantangan terbesar masih berada pada aspek integritas dan kepercayaan publik.
Sementara itu, Wakil Rektor III ISB Atma Luhur, Yurindra, menilai perkembangan teknologi dan AI tidak dapat dihindari sehingga diperlukan pemanfaatan yang bijak serta kolaborasi lintas sektor karena perkembangan teknologi bergerak lebih cepat dibanding regulasi.
Menutup diskusi, Osykar menegaskan pentingnya kolaborasi Bawaslu dan perguruan tinggi sebagai benteng bersama dalam menghadapi tantangan pengawasan Pemilu di era digital guna mewujudkan Pemilu 2029 yang luber dan jurdil.
Penulis : Abdul Fakih
Foto : Syahril
Editor : Yaumil Ikrom