Ketua Bawaslu Babel Sebut Penting Terapkan Sosiokultural dan Pembangunan Karakter Bagi Pengawas Pemilu
|
Ditulis oleh Jazzkyanda pada Rabu, 9 November 2022
Bogor, Babel.Bawaslu.go.id – Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) EM Osykar dan Jafri menghadiri Pelatihan Sosiokultural dan Pembangunan Karakter Pengawas Pemilu yang digelar oleh Pusat Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu Republik Indonesia, Rabu (09/11/2022).
Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Jajaran Pengawas Pemilu yang berintegritas dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Hal itu dipertegas oleh Ketua Bawaslu Babel EM Osykar mengenai pentingnya penerapan sosio kultural dalam pembangunan karakter sebagai pengawas pemilu,
“Sosiokultural ini penting untuk membantu seseorang mengetahui seberapa jauh dirinya dapat berperan sebagai individu dan apa tanggung jawab dirinya terhadap kelompok, hal ini sejalan dengan peran jajaran pengawas pemilu dalam mengawasi tahapan pemilu 2024,†ujar EM Osykar melalui pesan whatsapnya kepada Humas Bawaslu Babel.
Anggota Bawaslu Babel Jafri yang juga menjadi peserta dalam kegiatan itu juga mengaku penting untuk membangun karakter yang kuat bagi jajaran pengawas pemilu, terlebih lagi pemilu yang akan datang menjadi tantangan tersendiri untuk Bawaslu karena dilaksanakan serentak di tahun 2024,
“Sosiokultural dan pembangunan karakter sangat erat kaitannya, jajaran Bawaslu akan menghadapi dinamika yang bermacam-macam saat mengawasi tahapan pemilu di masyarakat, ini penting ditingkatkan agar pelaksanaan pengawasan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,†jelas Jafri juga melalui pesan whatsapnya.
Untuk diketahui agenda pelatihan sosiokultural dan pembangunan karakter pengawas pemilu ini menjelaskan berbagai materi mulai dari pengantar demokrasi, pembinaan karakter pancasila, pembentukan karakter pengawas pemilu, analisis sosial hingga kepemimpinan yang berintegritas.
Para peserta juga diberikan teori manajemen konflik secara kelembagaan apabila terjadi konflik dalam menjalankan lembaga pengawas pemilu.
Foto : Jazzkyanda
Editor : Rogrius Sinulingga.