HAMPIR SELURUH APK DI PANGKALPINANG SUDAH DITURUNKAN
|
Pangkalpinang. Panwaslu Kota Pangkalpinang dalam dua hari kedepan pastikan Alat Peraga Kampanye (APK) sudah steril. Hal tersebut disampaikan Ketua Panwaslu Kota Pangkalpinang, Ida Kumala saat melakukan patroli pengawasan bersama tim Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ida mengatakan bahwa jauh hari sebelumnya patroli pengawasan memang sudah direncanakan oleh pihaknya dengan meminta bantuan pengawalan dari pihak Polresta Pangkalpinang. "Sebenarnya sebelum adanya intruksi patroli pengawasan dari Bawaslu RI ini, kami juga sudah menjadwalkan pengawasan, kami minta kapolresta untuk mendampingi," katanya.
Untuk meningkatkan pengawasan ditingkat bawah, Ida mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan panwascam. Pihaknyapun meminta menjadwalkan piket kepada masing-masing di sekretariatnya hingga tanggal 26 nanti. Hari terakhir itupun diharapkan tetap melakukan patroli dan monev ke lokasi TPS.
Mengenai pengawasan penurunan APK, ida mengatakan masih ada satu posko pasangan Udin-Edison yang terpasang di Kecamatan Gabek, karena terkendala hujan dan hasil komunikasi pihaknya ke timses bersangkutan, berjanji akan menurunkannya besok.
"Terkait dengan APK kita pastikan hampir di seluruh Pangkalpinang sudah diturunkan, namun kita terus pastikan dalam dua hari kedepan," imbuhnya.
Sementara itu, Luksin Siagian mengharapkan kegiatan ini dilakukan dalam rangka pencegahan dalam money politik. "Menekankan kepada masyarakat diharapkan sadar untuk tidak menerima money politic," tambah Luksin.
Di sisi lain, Edi Irawan, Ketua Bawaslu Provinsi yang juga melakukan patroli pengawasan bersama-sama dengan Novrian, Anggota Panwaslu Kota Pangkalpinang menemukan adanya beras yang menumpuk di salah satu posyandu di Kelurahan Bacang. Berdasarkan hasil informasi, beras tersebut merupakan sisa hasil bazar yang dilakukan oleh salah satu paslon, di karenakan batas waktu bazar yang tidak mencukupi maka beras tersebut tersisa kurang lebih 4.8 ton dititipkan di posyandu oleh salah satu tim dikarenakan rumah yang bersangkutan tidak cukup untuk menyimpan beras tersebut. “Karena rumahnya tidak cukup untuk menyimpan beras, maka Pak Rustam berinisiatif mengamankan beras tersebut dikantor LPM sekaligus posyandu RT 3, 4 dan5, yang sudah jarang terpakai†jelas Novrian.
Beras tersebut rencananya besok pagi baru akan diangkut ke tempat lain. “Besok pagi panwas akan berkoordinasi dengan LO paslon, memastikan keberadaan beras tersebut tidak berkurang dalam hal jumlah dan dititipkan di tempat yang di sepakati, kemudian dikembalikan ke paslon setelah penghitungan suara†tambah Novrian.
Penulis : Sukri
Editor : Yaumil Ikrom
(Humas Bawaslu Babel)