Lompat ke isi utama

Berita

Hadiri Jelajah Pengawasan, Sahirin Ajak Mahasiswa dan Pelajar di Belitung Tolak Politik Uang

Hadiri Jelajah Pengawasan, Sahirin Ajak Mahasiswa dan Pelajar di Belitung Tolak Politik Uang

Ditulis oleh Abdul Fakih pada Sabtu, 1 September 2022

Tanjungpandan, Babel.Bawaslu.go.id - Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Sahirin hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Jelajah Pengawasan yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Belitung di kampus Politeknik Belitung, Sabtu (01/10/2022).

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari mahasiswa Politeknik Belitung, mahasiswa Poltekes Kemenkes Pangkal Pinang, dan Pelajar SMA/SMK di Belitung.

Ketua Bawaslu Kabupaten Belitung, Heikal Fackar dalam sambutannya mengatakan, Jelajah Pengawasan sebagai upaya Bawaslu untuk mendekatkan diri kepada masyarakat agar eksistensi dan kehadiran Bawaslu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Jelajah Pengawasan juga untuk mensosialisasikan tugas-tugas yang melekat pada Bawaslu agar masyarakat tidak hanya tahu tugas teknis pengawas pemilu saja, tapi juga tahu tugas pengawasan melekat pada Bawaslu. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan informasi kepada peserta agar Pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik, tentunya dengan peran pengawasan partisipatif," ujarnya.

Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Belitung, Yerri Larona mengajak peran serta seluruh elemen masyarakat yang dalam hal ini pelajar dan mahasiswa untuk ikut serta melakukan proses pengawasan partisipatif.

"Pemilu bukan hanya pada saat hari H pemungutan suara, tapi juga ada tahapan lain dalam proses Pemilu. Pengawasan partisipatif tidak bisa berjalan efektif apabila elemen masyarakat tidak dibekali dengan pemahaman yang baik terkait wawasan kepemiluan dan pengawasan Pemilu. Pemilu jika tidak ada perubahan akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024, sedangkan Pilkada pada tanggal 27 November 2024," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Babel Sahirin saat menyampaikan materi menjelaskan, bahwa Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin berdasarkan asas LUBER (langsung, umum, bebas, dan rahasia).

Sahirin kemudian mengajak para peserta terlibat aktif dalam diskusi dengan bertanya langsung mengenai pengertian Pemilu dan asas-asas dalam Pemilu.

"Dalam Pemilu ada yang namanya asas LUBER. Apa itu?" tanyanya.

Setelah pertanyaan tersebut dilontarkan, satu persatu peserta memberanikan diri maju ke depan untuk menjawab sesuai dengan pemahaman yang mereka ketahui.

Selain bertanya mengenai asas Pemilu, pada kesempatan tersebut, Sahirin juga menanyakan sikap para peserta apabila menjumpai ada calon legislatif/ calon kepala daerah yang memberikan uang agar dapat dipilih oleh masyarakat.

"Jika nanti saat tahapan kampanye ada caleg misalnya yang mau membeli suara kalian, apa yang akan kalian lakukan?" tanyanya.

Ia pun menegaskan, bahwa generasi muda harus berani menolak dan melaporkan apabila ada calon yang melakukan politik uang karena akan berpengaruh terhadap masa depan bangsa.

"Kalau nanti politik uang tidak kita laporkan, kita yang anak petani, anak buruh, jangan pernah bermimpi menjadi anggota Dewan, menjadi Bupati, karena yang menjadi pembuat kebijakan hanya orang-orang yang punya uang saja, bukan berdasarkan kemampuan dan kapasitas seseorang. Maka dari itu, kalau ada yang datang menawarkan politik uang, jangan diterima. Sebab pada akhirnya kita hanya menjadi penghias demokrasi, tidak pernah bisa ikut andil dalam membuat kebijakan. Kalau menjumpai hal itu, divideokan, kemudian bukti videonya disampaikan ke Bawaslu, jangan lewat dari 7 hari sejak kejadian, harus berani untuk melaporkan," jelasnya.

Di akhir materi, Sahirin meminta kepada para peserta untuk tidak cepat berpuas diri karena telah memahami tentang pengertian Pemilu dan asas-asas dalam Pemilu.

"Kalau ingin paham lebih lanjut terkait kepemiluan, datang saja langsung ke kantor Bawaslu Kabupaten Belitung, nanti bisa langsung belajar dan berdiskusi tentang Pemilu dengan kawan-kawan Bawaslu. Dalam proses belajar harus istiqomah, jangan setengah-setengah," imbuhnya.

Foto : Abdul Fakih
Editor : Rogrius Sinulingga

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle