Bawaslu Babel Jelajahi Sejarah Pengawasan Pemilu di Muntok
|
Ditulis oleh Rifky Riswan Tanjung pada Selasa, 15 November 2022
Muntok, Babel.Bawaslu.go.id -- Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adakan jelajah pengawasan Pemilu Partisipatif dengan tema "catatan sejarah pengawasan pemilu di tanah Bangka" yang dilaksanakan di Pesanggrahan Bangka Tin Winning (Roemah Persinggahan) Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (15/11/2022).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD, perwakilan Forkopimda, Kesbangpol, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta awak media Bangka Barat.
Bawaslu Babel juga menghadirkan Narasumber dari Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno dan Tim Pemeriksa Daerah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (TPD DKPP) Provinsi Bangka Belitung, Zulterry Apsupi. Turut hadir juga Plt.Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rogrius Sinullingga.
Kegiatan ini berawal dari tulisan Presiden RI Soekarno ketika diasingkan di Muntok Tahun 1949.
Pada tulisan Presiden Pertama RI Soekarno tercantum kalimat:
"Agar supaya kehendak rakyat Bangka itu dapat dikemukakan dengan sempurna di dalam suatu pemungutan suara. Maka perlulah dibangun satu organisasi untuk memimpin dan mengawasi pemungutan suara itu."
Menurut Sahirin Koordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas saat dihubungi tim humas melalui daring mengatakan bahwa, tulisan Soekarno tersebut telah membawa Bawaslu Babel ke Muntok untuk menjelajahi sejarah pengawasan pemilu dan pentingnya sebuah pemilihan yang harus diawasi bersama.
"Kita patut berbahagia karena ternyata, ditanah Bangka ini telah tertulis sejarah bahwa Semangat demokrasi itu telah tumbuh sejak lama yang menjadikan masyarakat Bangka masuk ke dalam republik Indonesia."
Disamping itu, Zul Terry Apsupi mengatakan bahwa dalam masa sekarang semangat ini harus kita implementasikan ke dalam diri kita terutama dalam mengawal pemilu kedepan,
“Kita telah diantarkan kedepan pintu gerbang kemerdekaan indonesia oleh Pahlawan Bangsa ini, dan sekarang kita tidak hanya menikmati kemerdekaan itu, melainkan bersama - sama membangun bangsa khususnya mencerdaskan masyarakat tanpa pemilu yang curang di perhelatan akbar pemilu 2024, dan disitulah semangat Pemilu Bersih yang harus diawasi bersama pesan Soekarno,†tutup Zul Terry.
Harapan besar kami dengan Jelajah Pengawasan Pemilu Partisipatif ini masyarakat ikut bersama mengawasi Pemilu 2024, dimulai dari bersama sama mencegah segala bentuk kecurangan yang berpotensi terjadi nanti.
Menurut Bambang Haryo Suseno selaku narasumber kegiatan jelajah pengawasan pemilu partisipatif mengatakan bahwa pemilih muda harus berpartisipasi dan membuat sejarah dalam Pemilu 2024. Lebih lanjut Pimpinan redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik menambahkan dalam pemilu 2024 tidak hanya peserta pemilu yang diawasi namun awak media juga perlu diawasi.
Foto : Rizky Anugerah
Editor : Rogrius Sinulingga