Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Babel Ajak Pemuka Agama dan Influencer Awasi Kampanye di Rumah Ibadah

Bawaslu Babel Ajak Pemuka Agama dan Influencer Awasi Kampanye di Rumah Ibadah

Ditulis oleh Jazzkyanda pada Sabtu, 16 Desember 2023

Anggota Bawaslu Babel Sahirin (Kiri) Novrian Saputra (Kanan) saat menyampaikan sambutan dalam rapat pengawasan tahapan kampanye Pemilu Tahun 2024

Pangkalpinang, Bawaslu Babel -- Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat pengawasan kampanye Pemilu Tahun 2024. Agenda yang digelar pada salah satu hotel di Pangkalpinang ini mengajak perwakilan tokoh dan organisasi dari pemuka agama serta kalangan influencer untuk mencegah pelanggaran kampanye pemilu di rumah ibadah, Sabtu (16/12/2023).

Anggota Bawaslu Babel Novrian Saputra dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengundang para pemuka agama seperti para pengurus masjid, pengurus gereja dan tokoh agama yang ada di Babel serta influencer untuk bersama-sama mencegah terjadinya pelanggaran pemilu khususnya ditempat ibadah. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan bentuk ihktiar atau usaha Bawaslu dalam rangka mengajak partisipatif masyarakat untuk taat kepada aturan pemilu yang berlaku,

“Karena di dalam pemilu inikan merupakan konsolidasi bersama masyarakat indonesia untuk memilih wakil – wakil atau pemimpin lima tahun ke depan. Kami merangkul semua elemen masyarakat agar peduli dengan pemilu dan tahapan kampanye. Apa yang dilarang menjadi tugas kita bersama seperti memasang Alat Peraga Kampanye dirumah ibadah itu jelas dilarang oleh undang-undang,” ujarnya.

Novrian mengungkapkan karena terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang ada di Bawaslu tentu dukungan dari pihak lainnya sangat diharapkan dalam pengawasan Pemilu 2024. Sehingga masyarakat mempunyai fungsi kontrol awasi pemilu. Sedangkan influencer juga bekerjasama mempublikasikan atau menginformasikan secara masif akan fungsi pengawasan dan mencegah terjadinya pelanggaran pemilu,

"Mengingat jumlah sumber daya masyarakat Bawaslu terbatas, jadi yang kita undang ini tentu dari organisasi, seperti pengurus masjid, pengurus gereja dan influecer, Influencer inikan mempunyai follower di media sosial dan inilah harapan kita supaya mereka bisa membantu menyuarakan aturan – aturan pemilu, kemudian tentang money politik itu bahaya ya seperti, penggunaan tempat ibadah,penggunaan fasilitas pemerintah seperti apa dan sebagainya,” jelasnya.

Partisipasi aktif peserta rapat pengawasan tahapan kampanye Pemilu Tahun 2024

Sementara Anggota Bawaslu Babel yang memang mengkoordinatori Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Sahirin mengatakan Bawaslu sudah melakukan sosialisasi kepada berbagai lapisan masyarakat untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Untuk kali ini Bawaslu sengaja mengundang organisasi keagamaan dan Influencer agar membantu mencegah pelanggaran pemilu,

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada berbagai lapisan masyarakat karena kami wajib menyampaikan buruknya 'money politik'. Jangan sampai masyarakat tidak peduli akan politik karena politiklah yang menentukan masa depan bangsa dan daerah kita pada lima tahun kedepan," ucap Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Parmas Bawaslu Babel itu.

Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk jangan cepat percaya terhadap berita 'hoaks'. Jangan sampai masyarakat terpecah belah karena berita 'hoaks' terutama dalam perbedaan pandangan politik. Ia berpesan agar agama menjadi tuntutan untuk mengedukasi masyarakat,

"Viralkan konten positif untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena sesungguhnya secara normatif pemilu ini milik Bawaslu, nama secara normatif pemilu ini milik masyarakat. Jadikan pemilu sarana kedaulatan rakyat yang menjunjung tinggi persatuan bangsa," tutup Sahirin.

Foto bersama peserta rapat pengawasan tahapan kampanye Pemilu Tahun 2024

Foto: Syahril
Editor: Rogrius Sinulingga.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle