Bawaslu Babel Dorong Pendidikan Politik Hadapi Dominasi Pemilih Gen Z pada Pemilu 2029
|
Pangkalpinang, Bawaslu Babel – Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali melaksanakan Program Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara penyelenggara pemilu dengan partai politik dalam menghadapi Pemilu 2029, Rabu (29/7/2026).
Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar, mengatakan bahwa Bawaslu terus membangun komunikasi dengan seluruh partai politik sebagai peserta pemilu. Menurutnya, sinergi yang baik diperlukan agar setiap tahapan kepemiluan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Osykar menjelaskan, hasil pemutakhiran daftar pemilih yang telah dilakukan KPU menunjukkan bahwa Pemilu 2029 akan didominasi oleh pemilih dari kalangan Generasi Z. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi seluruh partai politik untuk menyusun strategi politik yang tepat dalam menjangkau pemilih muda.
“Pemutakhiran daftar pemilih sudah dilakukan oleh KPU dan hasilnya menunjukkan bahwa Pemilu 2029 akan didominasi oleh pemilih Generasi Z. Tentu setiap partai politik memiliki strategi masing-masing untuk menghadapi kondisi tersebut. Saat ini kami juga sedang melakukan pengawasan terhadap tahapan pemutakhiran data partai politik dan membuka ruang komunikasi apabila terdapat informasi terbaru terkait regulasi kepemiluan,” ujar Osykar
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Pemilu 2029 tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga memerlukan kolaborasi peserta pemilu dan masyarakat. Berkaca dari penyelenggaraan Pemilu 2024, pendidikan politik dinilai perlu diperkuat, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menolak praktik politik uang serta meminimalkan potensi pelanggaran melalui komunikasi yang baik dan kesamaan persepsi terhadap aturan.
“Pengawasan yang kami lakukan bertujuan meminimalisir pelanggaran pemilu, namun itu tidak akan berhasil tanpa partisipasi seluruh elemen. Dari hasil evaluasi Pemilu 2024, masih terdapat pelanggaran yang dipicu oleh perbedaan persepsi. Karena itu, kita harus sama-sama berpegang pada aturan dan terus membangun komunikasi yang baik. Kami juga mengimbau partai politik sebagai pintu pertama calon peserta pemilu agar melakukan verifikasi data calon dengan baik. Ke depan, pendidikan politik yang lebih masif hingga ke sekolah-sekolah juga perlu mulai digagas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bustomi Lukas menyambut baik kunjungan Bawaslu Babel melalui Program SERASI. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara penyelenggara pemilu dan partai politik menjadi modal penting dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, berkualitas, dan berintegritas.
Penulis: Rini Oktavyanti
Foto: Syahril
Editor: Rogrius Sinulingga