Lewat Program SERASI, Bawaslu Babel Bangun Kolaborasi Pengawasan Partisipatif bersama IAIN SAS Bangka Belitung
|
Bangka, Bawaslu Babel – Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat jejaring pengawasan partisipatif dengan menggandeng kalangan akademisi. Melalui program SERASI (Silaturahmi Relasi Demokrasi), Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kunjungan silaturahmi ke IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sebagai upaya membangun sinergi dalam penguatan demokrasi, pendidikan politik, dan pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029, Rabu (24/06/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Babel untuk mendorong keterlibatan perguruan tinggi, khususnya mahasiswa, agar lebih peduli terhadap demokrasi dan aktif mengambil peran dalam pengawasan partisipatif. Selain sebagai ruang silaturahmi kelembagaan, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk menyerap masukan dari kalangan akademisi terkait pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 sebagai bahan evaluasi dalam memperkuat pengawasan pemilu ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, EM Osykar, menegaskan bahwa kampus memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi yang kritis, partisipatif, dan berkelanjutan. Menurutnya, pelibatan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas basis pengawasan partisipatif, terutama dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan demokrasi.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Babel untuk mendorong keterlibatan perguruan tinggi, khususnya mahasiswa, agar lebih peduli terhadap demokrasi dan aktif mengambil peran dalam pengawasan partisipatif. Selain itu, pertemuan ini juga kami manfaatkan untuk menyerap masukan dari kalangan akademisi terkait pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 sebagai bahan evaluasi dalam penguatan pengawasan ke depan,” ujar Osykar.
Wakil Rektor I IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Iskandar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bawaslu Babel ke kampusnya. Menurutnya, kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan mahasiswa sekaligus memperluas pendidikan politik yang berorientasi pada pengawasan partisipatif.
Ia berharap ke depan terdapat program-program kolaboratif yang dapat dijalankan secara berkelanjutan, seperti pelatihan pola pengawasan bagi mahasiswa, kerja sama pengawasan partisipatif di desa-desa melalui program kemahasiswaan, hingga pelibatan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terintegrasi dengan agenda pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif.
“Edukasi demokrasi seperti ini sangat penting. Kami berharap mahasiswa dapat dilibatkan lebih luas melalui pelatihan, pembekalan pengawasan partisipatif, pendidikan politik demokrasi, hingga program KKN yang terhubung dengan pengawasan di tengah masyarakat,” ujar Iskandar.
Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Davitri, menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan pihak kampus. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya demokrasi, khususnya melalui penguatan literasi kepemiluan, pendidikan politik, dan pelibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif.
Davitri mengakui bahwa pelibatan mahasiswa dalam program pengawasan partisipatif selama ini masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Bawaslu Babel memandang penting adanya kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan dengan perguruan tinggi agar mahasiswa tidak hanya menjadi objek pendidikan demokrasi, tetapi juga subjek aktif dalam menjaga kualitas pemilu dan demokrasi.
“Ini menjadi catatan sekaligus koreksi bagi kami bahwa pelibatan teman-teman mahasiswa dalam pengawasan partisipatif masih perlu diperkuat. Ke depan, tentu hal ini akan kami gagas bersama dengan semangat yang sama sebagai petugas demokrasi, agar pengawasan partisipatif semakin luas dan berdampak,” ujar Davitri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara Bawaslu dan kampus perlu diarahkan pada program-program yang berkesinambungan, seperti pelatihan pengawasan partisipatif, forum pendidikan demokrasi, pembekalan bagi organisasi kemahasiswaan, serta pelibatan mahasiswa dalam agenda pengawasan di tingkat komunitas maupun desa.
Melalui program SERASI, Bawaslu Babel berharap perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran demokrasi yang sehat, kritis, dan partisipatif. Kerja sama dengan dunia kampus dinilai penting untuk menumbuhkan kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi, sekaligus memperkuat pengawasan pemilu secara kolaboratif.
Sebagai penutup, Davitri mengajak seluruh unsur civitas akademika untuk terus bersama-sama mengawal proses demokrasi ke depan agar berjalan lebih baik, inklusif, dan berintegritas.
“Mari sama-sama kita mengawal proses demokrasi 2029 mendatang agar dapat berjalan lancar, dan tentunya kerja sama ini tetap berlanjut,” tutup Davitri.
Penulis : Syahril
Foto : Wisnu A.P.
Editor : Yaumil Ikrom